HEADLINE NEWS

Ekopastoral Fransiskan



Sejarah Singkat Ekopastoral Fransiskan

Ekopastoral Fransiskan adalah pelayanan pastoral kategorial yang bekerja dengan dan untuk masyarakat petani dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan petani dan melindungi lingkungan. Sejak 1999, beberapa fransiskan terlibat dalam memberdayakan petani/masyarakat desa di Kabupaten Manggarai, Flores, NTT

Melihat akibat dari sistem pertanian konvensional yang menggunakan bahan-bahan kimia dengan dampak negatif bagi kesehatan, lingkungan dan kesejahteraan petani, para fransiskan menawarkan sistem pertanian organik (PO) sebagai sistem pertanian alternatif. Pertanian organik adalah sistem pertanian yang berkelanjutan, tidak membutuhkan pengeluaran yang besar (tidak mengakhibatkan utang-utang bagi petani), menjamin ketahanan pangan yang sehat, serta menghargai dan melindungi keutuhan ciptaan.

Latar Belakang Berdirinya Ekopastoral

Pertama, Amanat Injil suci Tuhan kita Yesus Kristus - “Pergilah, wartakanlah Injil kepada segala mahkluk”. Kita melihat bahwa warta keselamatan Yesus ternyata tidak hanya ditujukan kepada manusia tetapi kepada segenap ciptaan, sehingga kepedulian kepada keutuhan ciptaan merupakan tugas dan panggilan iman kristiani kita.

P. Andre Bisa, OFM didampingi Br. Latief, OFM bersama masyarakat Desa Bangka Ara sedang melakukan Ibadat Ekologis Pemberkatan dan "Perutusan Pohon" untuk ditanam di Hutan dan Mata Air.

Kedua, spiritualitas dan cara hidup St. Fransiskus Assisi, yang memandang segenap ciptaan sebagai saudara dan saudari, demikian Ekopastoral dalam seluruh karya pelayanannya menjunjung tinggi segenap ciptaan sebagai saudara dan saudari sebagai bagian dari usaha membangun persaudaraan semesta.

Ketiga, keprihatinan terhadap nasib para petani. Contoh kasus: wilayah Manggarai, para petani sangat bergantung kepada produk-produk kimia dan modern dalam mengolah lahan pertaniannya. Kebergantungan ini terutama pada pupuk, pestisida dan benih bahkan peralatan pertanian. Semua hal ini dikuasai oleh para pemodal dan pedagang. Di samping itu lahan pertanian secara umum telah menjadi lahan kritis sehingga membutuhkan pengolahan intensif. Dalam bidang pendidikan, kebanyakan masyarakat Manggarai (sekitar 80%) adalah petani, tetapi sangat sedikit pendidikan dalam hal pertanian. 

Bekerja dan belajar bersama petani terkait sistem pertanian organik sebagai jalan menuju kemandirian.

Disesalkan bahwa anak-anak dari latar belakang petani tetapi diasingkan dari dunia pertanian yang menjadi sumber pendapatan keluarga untuk biaya sekolah. Sebagian besar dari anak yang tamat sekolah, baik SD, SMP dan SMA, kembali ke kampung dan hidup di kalangan petani tetapi mereka tidak tahu berbuat apa untuk hidup dan masa depan mereka, lalu memilih menjadi penganggur atau menjadi buruh di kota. Sangat kelihatan bahwa pendidikan yang mereka terima tidak membantu masyarakat petani. Selain itu, ada keprihatinan terhadap partisipasi generasi muda.

Prinsip-prinsip Dasar Yang Dikembangkan Dalam Gerakan Ekopastoral

Pertama, Alam dilihat sebagai sebuah sakramen. Alam semesta dan segenap ciptaan lain, masing-masing memberikan sumbangan yang khas bagi kehidupan manusia. Ia dengan kekhasan masing-masing mengungkapkan dan menampakan sebagian tentang Allah dan menghantar kembali manusia kepada Allah. Ia adalah bayangan, jalan serta tangga yang menghantar jiwa manusia kepada Allah.

Kedua, Pandanga Holistik. Ekopastoral memandang alam semesta serta segenap ciptaan ini secara keseluruhan sebagai sebuah persekutuan di mana semua elemen di dalamnya saling terkait satu dengan yang lainnya. Alam semesta ini diibaratkan Komunitas Universal dimana keberadaan ciptan lain merupakan prasyarat bagi eksistensi dan cara berada bagi yang lainnya.

Ketiga, Saling menghormati. Sesuai teladan dari St. Fransiskus Assisi, Ekopastoral dalam seluruh pelayanannya menaruh hormat kepada seluruh ciptaan. Maka segala bentuk tindakan kekerasan kepada ciptaan terutama yang tak berdaya adalah sebuah kejahatan dan dosa.

Keempat, Belajar dari alam. Ekopastoral melihat alam sebagai tempat belajar tentang kehidupan, kebijaksanaan dan kemandirian.

Kelima, Alam sebagai saudara dan saudari. Segala sesuatu yang berada di alam semesta ini, termasuk manusia adalah saudara dan karena berasal dari Bapa yang satu dan sama yakni Allah.

Atas dasar keprihatinan inilah, Ekopastoral Fransiskan hadir dengan mengusung: 


Visi


Pemulihan dan pembangunan berkelanjutan mutu hidup manusia yang mandiri dan harmonis dengan segenap cipataan sesuai dengan teladan hidup St. Fransiskus Assisi. 


Misi


1. Menyebarluaskan spiritualitas St. Fransiskus Assisi khususnya di bidang keadilan, perdamaian dan keutuhan ciptaan.

2. Meningkatkan sumber daya hidup masyarakat petani.

3. Memulihkan kelestarian hutan dan sumber mata air. 

4. Mendukung adat istiadat dan budaya lokal.

Ibadat Syukur Panen di Lahan Basah Ekopastoral Fransiskan.

Bidang - Bidang Kerja

1. Bidang Pendidikan

  • Mencari dan Menyusun serta mengembangkan modul PO; menyusun inovasi baru, teori, sistem dan metode di dalam ilmu pertanian organik
  • Mengunjungi dan melakukan monitoring ke sekolah-sekolah yang bermitra dengan Ekopastoral dalam menerapkan pendidikan pertanian organik
  • Menyiapkan dan melaksanakan pelatihan dan lokakarya kepada para guru Mulok PO bila itu diperlukan
  • Membuka jejaring kerjasama dengan dinas pendidikan daerah.
Animasi publik terkait lingkungan hidup serta jiwa dan semangat pertanian organik.

  1. Bidang Lahan Basah (Tanaman Pangan)
  • Membangun Lahan Contoh Penerapan dan aplikasi materi/metode sistem organik di pertanian khususnya di bidang persawahan
  • Membangun demplot di kelompok paguyuban sebagai contoh kepada masyarakat
  • Menganimasi dan mengadakan pelatihan pada masyarakat tentang penerapan pertanian organik
  • Membudidayakan dan menyebarluaskan benih-benih lokal khususnya padi dan jagung.
Lahan Basah Ekopastoral Fransiskan (Budidaya Padi Secara Organik)

  1. Bidang Lahan Kering (Hortikultura)
  • Menbangun Lahan contoh penerapan dan aplikasi materi/metode/sistem organik di di bidang pertanian secara khusus budidaya tanaman hortikultura
  • Menganimasi dan menyebarluaskan pengetahuan  dan teknik budidaya sayur secara organik kepada masyarakat dan paguyuban
  • Membangun demplot di lahan paguyuban dan masyarakat umum
  • Mengembangkan benih-benih sayur lokal dan benih sayur lain.
Budidaya Hortikultura Secara Organik.

4.      Bidang Pupuk

  • Bertanggungjawab terhadap pengadaan bahan baku, pengolahan dan pemasaran pupuk organik Ekopastoral secara berkesinambungan
  • Menyiapkan materi dan memberikan pelatihan kepada masyarakat tentang teknik pembuatan pupuk organik
  • Mencari dan mengembangkan metode-metode baru dalam bidang teknik dan pembuatan pupuk organik yang baru
  • Membuka jejaring konsumen pupuk organik di masyarakat atau instansi terkait.
Pupuk Organik yang diproduksi di Ekopastoral Fransiskan.

5.         Bidang Konservasi

  • Membangun demplot lahan contoh konservasi mata air, lahan kritis dan hutan produktif
  • Melakukan survey, membuat pemetaan dan pendataan sumber mata air dan kawasan hutan yang siap untuk dikonservasi
  • Menganimasi masyarakat tentang penyadaran dan kepedulian terhadap alam dan bersama masyarakat melakukan konservasi air, tanah dan hutan
  • Menyebarluaskan ilmu/materi tentang teknik konservasi kepada masyarakat

6.      Bidang Ternak

  • Bertanggungjawab terhadap pemeliharaan ternak yang dikembangkan di Ekopastoral
  • Bekerjasama dengan lembaga mitra atau jejaringan lain yang bergerak pada bidang pengembangbiakan ternak
  • Memberikan pelatihan tentang ternak kepada masyarakat sesuai permintaan
  • Mempromosikan metode pemeliharaan/pengembangbiakan ternak tertentu sesuai pengalaman kepada masyarakat.
Beternak Itik, Bebek, Kambing dan Ikan di Ekopastoral Fransiskan.

7.      Bidang Ekonomi Kreatif
  • Menyusun agenda pelatihan dan pendampingan kelompok paguyuban Ekopastoral secara umum
  • Merencanakan dan melakukan pelatihan bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha ekonomi kreatif
  • Membangun jejaringan kerjasama dengan lembaga lain yang bergerak di bidang pemberdayaan ekonomi kemasyarakatan.
Bengkel Kreativitas: Teater Tanah Air Mata.

Previous
« Prev Post
Show comments
Hide comments

Contact Form

Name

Email *

Message *