HEADLINE NEWS

Gerakan Aktif Tanpa Kekerasan

"Agere Contra atau Gerakan Aktif Tanpa Kekerasan (GATK)  adalah cara hidup sekaligus aksi nyata yang didasari semangat cinta kasih dan perdamaian, yang secara aktif melawan ketidakadilan dan kekerasan dengan cara-cara tanpa kekerasan".

LAGU PEMBUKA

TANDA SALIB

P Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus

U Amin

SALAM

P Rahmat Tuhan kita Yesus Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus bersamamu.

U Dan bersama rohmu.

PENGANTAR

P Dalam kehidupan sehari-hari, ada banyak orang yang sangat taat beribadat kepada Allah, tetapi terus menerus melakukan kekerasan dan kejahatan terhadap sesama manusia dan alam ciptaan.Mereka suka pergi ke rumah ibadat untuk sujud menyembah Allah, tetapi tidak berhenti berbuat jahat kepada sesama manusia dan alam ciptaan. Mereka tekun melaksanakan kewajiban terhadap Allah, tetapi selalu mengabaikan kewajiban terhadap sesama manusia dan alam ciptaan.Mereka rajin melaksanakan ibadah ritual tetapi lalai melaksanakan ibadah sosial. Tentang ini, Rasul Yohanes berkata: Jikalau seseorang berkata bahwa: Aku mengasihi Allah, dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barang siapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah yang tidak dilihatnya (bdk 1 Yoh 4:20).

TOBAT

P Kamu tahu bahwa pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barang siapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu; sama seperti manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang. (Mat. 20:25-28). Tuhan kasihanilah kami.

U Tuhan kasihanilah kami.

P Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belaskasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian. Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan. Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah. (Kol. 3:12-15). Kristus kasihanilah kam.

U Kristus kasihanilah kami.

P Mereka harus menjaga, jangan sampai mereka gusar dan gelisah karena dosa seseorang, sebab kegusaran dan kegelisahan menghalang cintakasih dalam diri orang sendiri dan dalam orang lainnya. (AngBul II:3) Semua saudara hendaknya jangan bertindak sebagai penguasa atau tuan, khususnya di antara mereka sendiri. Seorang saudara jangan berlaku jahat atau berkata buruk terhadap yang lain, malah sebaliknya hendaklah dengan sukarela mereka saling melayani dan saling menaati karena cinta kasih rohani. Itulah ketaatan sejati dan suci Tuhan kita Yesus Kristus. (AngBul V:9,13-15). Tuhan kasihanilah kami.

U Tuhan kasihanilah kami.

P Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita mengampuni segala dosa kita dan menghantar kita ke hidup yang kekal.

U Amin.

DOA PEMBUKA

P Marilah berdoa (hening sejenak).
Ya Kristus, Raja damai kami, kepada para murid-Mu, Engkau telah bersabda: Kamu tahu bahwa pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. Tidaklah demikian di antara kamu. Sudi kiranya mencurahkan ke dalam diri kami semangat damai tanpa kekerasan ketika kekerasan menghampiri kami. Mampukanlah kami untuk bersaksti tentang kebenaran kasih-Mu dalam laku kata penuh damai  serta keberanian suci untuk menuturkan kemunafikan, penindasan dan budaya kematian yang mengancam persatuan dan persaudaraan dalam masyarakat kami. Engkaulah Tuhan, Raja damai kami, yang memerintah bersama Bapa dan Roh Kudus, sepanjang segala masa.

U Amin.

Bacaan: Am 3:9-15;  Mi 6:12-16

Lagu/Mazmur Tanggapan

Bait Pengantar Injil  Mat 20:25

S Alleluya. U Alleluya.

S Kamu tahu bahwa pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka; Tidaklah demikian di antara kamu.

U Alleluya.

Bacaan Injil  Mat 20:20-28

HOMILI/RENUNGAN

Ungkapan homo homini lupus  atau manusia adalah serigala bagi sesamanya, terasa kian menggurita dalam kehidupan bersama di tengah masyarakat. Demi popularitas diri, demi harga diri, demi kepentingan diri, demi harta, takhta dan kekuasaan, secara tidak segan-segan orang memakan temannya sendiri, teman yang makan sehidangan bisa berbalik menjadi pengkhianat. Secara kasat mata, tampak manusia menjadi serigala bagi sesamanya.

Yesus seringkali terlibat dalam konflik dengan orang lain, seperti dengan pemimpin Yahudi, tetapi caranya bukan dengan kekerasan atau senjata. Ketika seorang murid-Nya menggunakan pedang untuk melawan orang yang menangkap-Nya, Yesus tidak menyetujui sikap itu dengan mengatakan, Barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang (Mat 26:52). Dibandingkan dengan berbagai kelompok, sekte atau gerakan keagamaan lain, gaya hidup Yesus tampak menonjol: berbelas kasih,  tidak mengambil jalan kekerasan, menerima risiko perjuangan,  dan rela mengurbankan diri. Yesus memilih kematian salib sebagai korban kekerasan manusia atas nama pendosa, tidak memilih jalan perlawanan dengan cara kekerasan demi penggenapan nubuat tentang hamba Yahweh yang menderita tanpa membalas (Yes 53).

Juga Yesus menolak kekerasan sebagai sarana untuk mendatangkan dan menghadirkan Kerajaan Allah. Dia tidak tergesa-gesa menghapus kejahatan dengan tangan besi.  Kerajaan-Nya bukan dari dunia ini (Mat 4:1-11; Yoh 18:38). Pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka.  Tidaklah demikian di antara kamu (Mat 20:25-26).Dalam iman Kristiani, model pendidikan ilahi tentang gerakan aktif tanpa kekerasan tersingkap melalui kehidupan, wafat dan kebangkitan Yesus.Dalam terang iman semacam ini, kita menemukan kehadiran dan bela rasa Allah yang amat manusiawi yang menjadi panduan bagi kitadalam membangun peradaban kasih dalam hidup.

Dalam membangun peradaban kasih, sesama manusia dan segenap makhluk mesti dipandang sebagai saudara. Manusia adalah sahabat bagi sesamanya (homo homini socius) bukan serigala bagi sesamanya (homo homini lupus) sehingga menjadi sedemikian keji terhadap sesamanya (homo homini brutalis). Dalam relasi persahabatan, kita dipanggil untuk menjadi keselamatan bagi sesama (homo homini salus). Untuk menjadi tanda keselamatan bagi sesama, kita dituntut untuk mengembangkan sikap solider, bukan soliter, sikap membantu bukan membebani, sikap mengampuni bukan membalas dendam mata ganti mata, gigi ganti gigi.

Sebagai pengikut Kristus, kita mesti memberitakan secara terus menerus kematian saat ini dan masa lampau melalui gerakan aktif tanpa kekerasan sebagaimana domba diutus ke tengah-tengah serigala. Inilah tugas profetis kehadiran Gereja. Di sisi lain, pengikut Kristus melalui gerakan aktif tanpa kekerasan sekaligus memformulasikan pesan damai eskatologis terhadap kondisi sosio-politik masakini demi terwujudnya bonum commune (Kerajaan Allah) kini dan di sini. Dan akhirnya, melalui gerakan aktif tanpa kekerasan, bertolak dari memoria passionis (kenangan akan sengsara Kristus), pengikut Kristus tidak bisa tidak memperjuangkan keadilan, perdamaian dan keutuhan ciptaan mengingat bahwa  pemujaan kepada Tuhan Yang Mahabesar dan Mahacinta mestilah terungkapkan lewat pengangkatan manusia hina ke taraf kemanusiawian yang layak, serta menjaga keharmonisan dengan sarwamakhluk sebagaimana dirancang Tuhan pada awal penciptaan, tetapi dirusak oleh kelahiran hukum rimba buatan manusia. Jadilah pembawa damai melalui gerakan aktif tanpa kekerasan.

SYAHADAT

[Ikrar Pembawa Damai Tanpa Kekerasan]

P Tuhan, jadikanlah daku pembawa damai-Mu

U Pembawa keserasihan dan kasih, bukan hanya dengan kata-kata, tetapi terutama dengan perbuatan

P Di mana ada kebencian, biarkanlah aku menaburkan kasih.

U Membuat saudara-saudariku merasa diakui dan dihargai.

P Membawa pengampunan di mana ada kesalahan.

U Mengakui kesalahanku sendiri dan menerima kesalahan saudara-saudariku

P Membawa iman di mana ada keragu-raguan.

U Mendukung dan menguatkan mereka yang imannya goncang.

P Pengharapan di mana ada keputusasaan

U Menghibur mereka yang sakit dan lanjut usia, yang kesepian dan terluka, lemah dan cemas

P Terang di mana ada kegelapan

U Membawa sinar cahaya terang kepada sesama

P Kegembiraan di mana ada kesedihan

U Menyambut siapa saja yang kujumpai dengan hati terbuka

P Ya Guru Ilahi, berilah agar aku lebih ingin menghibur daripada dihibur

U Selalu bersedia mendengarkan

P Lebih ingin memahami daripada dipahami

U Mendengarkan tanpa menghakimi

P Lebih ingin mencintai daripada dicintai

U Bersedia menanggung risiko kepedulianku

P Karena dengan memberi kita menerima

U Menjadi peka deng kebutuhan sesama

P Dengan mengampuni kita diampuni

U Memaafkan dan tidak mudah
menuduh atau mencurigai

P Dengan wafat kita dilahirkan untuk hidup kembali

U Menyangkal diri agar hidup untuk Allah.

DOA PERMOHONAN

P Saudari-saudara terkasih, dengan penuh iman dan kepercayaan kepada Bapa Surgawi, Pencipta dan Pemelihara hidup kita, marilah kita menghaturkan doa-doa permohonan kita kepadaNya.

L Bagi Gereja, semoga Engkau, ya Bapa memberikan kepada Gereja kelembutan hati untuk menyelesaikan setiap persoalan dengan semangat kekeluargaan dan persaudaraan sebagai satu keluarga Allah dengan mengedepankan kasih dan kebaikan agar terwujud damai dan keharmonisan. Marilah kita mohon.

L Bagi Negara, semoga Engkau, ya Bapa menganugerakan kepada pemimpin negara kecakapan untuk menampung segala keluh kesah rakyat yang dipimpin dan menyelesaikannya secara transparan, jujur dan adil demi kesejahteraan bersama. Marilah kita mohon.

L Bagi Masyarakat Korban Kekerasan dan Penindasan, semoga Engkau, ya Bapa, memberikan kesabaran dan harapan bagi mereka dalam situasi hidup yang mencekam agar mereka tetap mencari perlindungan dan rasa aman dari-Mu.

L Bagi Para Aktivis/Pejuang Kemanusiaan, semoga Engkau, ya Bapa menguatkan tekad dan perjuangan para aktivis, pejuang kemanusiaan, agar tanpa takut dan gentar bersaksi tentang kebaikan dan kebenaran demi terwujudnya perikemanusiaan yang adil dan beradab. Marilah kita mohon.

L Bagi Semua yang hadir di sini, semoga di dalam nama Tuhan, kami senantiasa menumbuhkan dalam diri kami rasa cinta dan damai serta membuang jauh-jauh kebencian dan kekerasan. Marilah kita mohon.

BAPA KAMI

DOA PENUTUP

P Marilah berdoa (hening sejenak)

Ya Tuhan, banyak orang yang terpanggil membela kemanusiaan sesamanya yang tertindas, namun menemukan jalan buntu dalam perjuangannya. Berilah kekuatan dan keberanian dari-Mu agar mereka tidak takut dan gentar menyerukan kebenaran. Banyak orang memohonkan pertolongan dari-Mu dengan hati yang terbagi-bagi dan tidak berani mempercayakan diri pada kasih-Mu. Bebaskanlah mereka yang dimanjakan oleh kemewahan sehingga apa yang kelihatan pahit bagi mereka berubah menjadi kemanisan. Ya Bapa, pandanglah kami yang telah Kaupanggil di jalan ini, teguhkanlah kami agar makin mampu untuk menyangkal diri, menerima salib dan mengikuti Engkau, Tuhan satu-satunya yang berkuasa sepanjang segala masa.

U Amin.

[Andre Bisa, OFM]

Previous
« Prev Post
Show comments
Hide comments

Contact Form

Name

Email *

Message *