HEADLINE NEWS

Bengkel Kreativitas Petani Muda


Keinginan untuk membentuk bengkel kreativitas bagi orang muda pertama-tama berangkat dari suatu potret yang cerah penuh harapan tetapi juga sekaligus suram diliputi pesimisme. Sasaran potret tertuju langsung pada kaum muda dengan jumlah yang amat besar, bahkan mayoritas dari mereka bermata pencaharian sebagai petani yang tidak tahu bertani; ada yang menganggur, menjadi tukang ojeg. Di mata masyarakat, mereka adalah generasi penerus; di mata Gereja, mereka adalah wajah Gereja masa depan; di mata pemerintah, mereka adalah tulang punggung bangsa sekaligus penentu gerak zaman. Namun amat disayangkan, potensi, bakat, talenta serta kreativitas mereka diparkir di pinggiran kehidupan bersama. Seolah-olah belum matang dan belum siap untuk terlibat bertanggungjawab saat ini tetapi masih menanti untuk memperlihatkan produktivitasnya di masa mendatang. Inilah potret penuh pengharapan sekaligus suram diliputi pesimisme.

Dengan melihat kita dapat langsung menilai. Tampaknya masyarakat, Gereja dan pemerintah belum menunjukkan sinerginya dalam kerja sama membantu pengembangan keterampilan dan kreativitas orang muda. Secara sederhana, kreativitas adalah kemampuan cipta, karsa dan karya seseorang untuk dapat menciptakan sesuatu yang baru. Sesuatu yang baru itu dapat ditemukan dengan menghubungkan atau menggabungkan sesuatu yang sudah ada. Kreativitas adalah bakat yang dimiliki oleh setiap orang yang dapat dikembangkan dengan pelatihan dan aplikasi yang tepat. Dalam arti tertentu, (1) mereka sebenarnya memiliki kemauan untuk mengembangkan potensi diri mereka tetapi tidak memiliki kemampuan, sehingga perlu dituntun dari awal sampai mampu melakukan usaha mandiri; (2) mereka memiliki kemampuan tetapi tidak memiliki kemauan untuk mengembangkan potensi diri sehingga perlu diberi motivasi dan penyuluhan; (3) mereka memiliki kemauan dan kemampuan untuk mengembangkan potensi diri tetapi tidak mau berkembang karena merasa sudah cukup, sehingga perlu penyadaran pandangan hidup melalui pendidikan keagamaan; dan (4) mereka memiliki kemauan serta kemampuan tetapi tidak mau bekerja karena malas, dan karenanya perlu dikuatkan melalui motivasi dan pemberian contoh-contoh.


Apa Tujuan Bengkel Kreativitas?

Menyadarkan orang muda akan pentingnya mengembangkan seluruh potensi diri yang dimiliki demi kesejahteraan pribadi dan kebaikan bersama
Membantu mereka untuk secara berani dan
kreatif menampil seluruh kreativitas diri sebagai keunggulan dan keutamaan yang patut dibagikan
Membantu mereka untuk bekerja sama membangun ekonomi kreatif dalam kelompok-kelompok kecil
Membantu mereka untuk berani menciptakan lapangan kerja melalui pertanian organik, peternakan, pengolahan pangan lokal dan kerajinan

Model-Model Bengkel Kreativitas

Bengkel Seni - terbagi dalam 3 bagian yakni: (1) Musik; (2) Tari (3) Lukis. Orang muda yang berminat pada bidang ini dengan leluasa mengekspresikan segala potensi dan kemampuannya dalam kelompok-kelompok kecil. Titik sasaran dari bengkel ini adalah menyadarkan orang muda untuk mengangkat serta mengekspresikan unsur budaya dan religi melalui musik, tarian dan lukisan. Hasil karya yang mereka tekuni, akan ditampilkan di Gereja, stasi-stasi, paroki-paroki tetangga atau di tempat lain yang membutuhkan kehadiran kreativitas mereka yang menghibur.

Bengkel Teater  sebagai model pastoral panggung yang di dalamnya dipentaskan panorama hidup disertai kritik sosial, politik, budaya dan religi. Orang muda yang bergabung di bengkel ini menggagas sendiri naskah drama dan kemudian secara bersama-sama memasukan nilai-nilai pedagogis kepada publik. Hasil karya yang mereka ciptakan akan dipentaskan kepada public sebagian dari edukasi publik.

Bengkel Sastra  menyoroti dinamika kehidupan melalui kreativitas berpikir (seni menuangkan gagasan). Mereka menjadikan bengkel ini sebagai dapur untuk mempublikasikan kehidupan menggereja, sosial, budaya, kemasyarakatan dalam tulisan. Termasuk di dalamnya merancang Majalah Dinding, Buletin atau Majalah. Hasil karya mereka juga akan dipublikasikan demi kepentingan mereka bersama.

Bengkel Ekonomi Kreatif  sebagai muara akhir dari pembentukkan bengkel ini. Artinya, ketiga bengkel di atas (Seni, Teater, Sastra) sebaga pintu gerbang masuk mengikuti citarasa kegemaran orang muda sambil perlahan-lahan mereka dianimasi, digiring kepada kecakapan mengembangkan ekonomi kreatif yang diminati seperti: pertanian organik, peternakan, pengolahan pangan lokal, dan kerajinan. Dengan kata lain, kita masuk melalui pintu orang muda (pintu seni, pintu teater, pintu sastra) dan keluar melalui pintu kita (ekonomi kreatif).


Agenda Animasi:

1. Latihan Dasar Kepemimpinan
2. Managamen Usaha
3. Kursus Pertanian Organik
4. Kursus Pengolahan Pangan Lokal dan         Daur Ulang Sampah
5. Konservasi Hutan dan Air
6. Kursus Pengembangan Usaha Ternak
7. Kursus Jurnalistik dan Pembuatan Film
8. Kursus Ajaran Sosial Gereja
9. Pentas Seni

TERTARIK & MAU BERGABUNG???

1. Pendaftaran: 25 Mei -  30 Juni 2019 (Pkl. 08.00  14.00 setiap jam kerja)
2. Waktu Pelaksanaan: 01 Juli – 30 Oktober 2019
3. Fasilitas yang tersedia: Penginapan (snack dan makan)
4. Pendaftaran dan Seluruh Kegiatan: Tidak Dipungut Biaya
5. Alamat: Ekopastoral Fransiskan, Jl. Pagal Beamese, Kel. Pagal, Kec. Cibal.
6. Narahubung: (Pater Andre Bisa, OFM  HP: 08144534789)!

Previous
« Prev Post
Show comments
Hide comments

Contact Form

Name

Email *

Message *