HEADLINE NEWS

Para Duta Petani – Rekan Seperjalanan Ekopastoral Fransiskan


Napak tilas Para Duta Petani di Ekopastoral Fransiskan (2015 - 2018): Prakerin, PKL, Magang dan Lokakarya. Potret wajah serta latar Ekopastoral yang diabadikan sebagaimana tampak pada gambar ini sesungguhnya adalah demi merawat ingatan serta pengakuan bahwa setiap zaman ada orangnya dan setiap orang ada zamannya.
Para penyandang gelar “duta” ini silih berganti dari waktu ke waktu (2015 - 2018) mendatangi Ekopastoral Fransiskan dalam rangka Praktik Kerja Industri (Prakerin), Praktik Kerja Lapangan (PKL); Magang dan atau Lokakarya.

Baca juga:
Disebut “duta” karena pertama, mereka secara bebas, sadar, tahu dan mau memilih pertanian sebagai sebuah profesi yang membanggakan. Sehingga kedatangan mereka ke Ekopastoral dalam jangka waktu yang lama (satu bulan, dua bulan, tiga bulan) sesuai kompetensi keahlian yang dimiliki secara tertentu mau menegaskan bahwa mereka adalah duta keluarga, duta kampung, duta sekolah yang memilih dan atau diutus untuk belajar pertanian organik di Ekopastoral Fransiskan. Selama waktu-waktu itu mereka diperlakukan oleh Ekopastoral sebagai rekan seperjalanan untuk membangun persaudaraan semesta serta merawat bumi rumah bersama bagi segenap makhluk dengan menganut pola pertanian tradisional, pertanian ramah lingkungan atau pertanian organik. Sebagai rekan seperjalanan, pola edukasi serta pendampingan yang dipakai oleh Ekopastoral adalah belajar dan berproses secara bersama (learning by process, learning by doing), kerjasama dan sama-sama kerja.

Kedua, disebut “duta” karena seusai melewati masa Prakerin, PKL,  Magang dan atau Lokakarya, mereka diutus kembali oleh Ekopastoral untuk menjadi duta petani organik bagi keluarga, kampung dan sekolah. Sehingga masing-masing dari mereka sebelum meninggalkan Ekopastoral, telah mendesain kebun impian atau kebun masa depan yang akan “disulap menjadi bagaikan kebun Firdaus” yang penuh dengan beranekaragam tanaman pangan dan hortikultura. Dan yang amat khas dari kebun impian yang didesain itu adalah bahwa seluruh proses dan aktivitas yang berlangsung di dalamnya bertumpu pada spirit pertanian organik. Adapun di kebun impian yang didesain itu, hal menarik lain yang dicantumkan adalah perihal target waktu (jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang). Beberapa desain dari kebun impian mereka dapat diperlihatkan di sini sebagai contoh: jangka pendek (tahun pertama): persiapan lahan; jangka menengah (tahun kedua): proses budidaya; jangka panjang (tahun ketiga): pencapaian target di mana terdapat analisis usaha, evaluasi serta penilaian untuk menciptakan lapangan kerja sendiri sesuai kompetensi keahlian yang dimiliki.

Ketiga, disebut “duta” karena berkaitan dengan amanat kesaksian yang mereka terima dari Ekopastoral Fransiskan untuk senantiasa diproklamasikan kepada siapapun, kapanpun dan di manapun bahwa MENJADI PETANI ITU SUATU PANGGILAN (PILIHAN YANG MUNGKIN) dan BUKAN NASIB! Amanat kesaksian ini secara tegas dan jelas mereka bubuhkan dalam laporan akhir yang mereka bawa untuk dipertanggungjawabkan baik di hadapan lembaga pendidikan yang mengutus mereka, juga di hadapan orangtua yang telah memberi restu. Kesungguhan mereka untuk pergi dan memproklamasikan bahwa “menjadi petani itu suatu panggilan (pilihan yang mungkin) dan bukan nasib” terlihat jelas dari ikrar yang mereka buat antara lain:

“Dengan rasa cinta yang mendalam dan asa kebangkitan yang membahana pada Indonesia, kami peserta Prakerin/PKL/Magang/ dari … (nama lembaga) berjanji setia untuk:

1. Mengisi pembangunan Indonesia berbekal pada moralitas dan intelektualitas pertanian yang cakap bertanggungjawab.

2. Mengabdi pada masyarakat umum, khususnya masyarakat pertanian pedesaan di Indonesia secara berkesinambungan dan berkelanjutan.

3. Keikutsertaan dalam pemulihan dan pembangunan berkelanjutan mutu hidup manusia yang mandiri dan harmonis dengan segenap ciptaan demi terwujudnya keadilan, perdamaian, keutuhan ciptaan dan persaudaraan semesta.

4. Turut serta melakukan kontrol sosial mengawali kebijakan pertanian pemerintah secara aktif dan objektif demi upaya mengantarkan Indonesia pada pintu gerbang kebangkitan pertanian.

IKRAR INI KAMI DEKLARASIKAN DENGAN SUNGGUH-SUNGGUH KARENA KAMI YAKIN, INDONESIA AKAN BANGKIT DAN KEBANGKITAN ITU DIAWALI DARI KEBANGKITAN PERTANIAN DI INDONESIA.
(SMK)/(FAKULTAS) PERTANIAN INDONESIA,
SATU VISI, SATU HATI MEMBANGUN NEGERI
HIDUP SEKOLAH PERTANIAN, HIDUP PERTANIAN INDONESIA!

Berikut ini Galeri Foto Para Duta Petani:

1. SMKN 1 Kuwus angkatan I: 2014/2015


2. SMKN 1 Kuwus angkatan II: 2015/2016


3. SMKN 1 Wae Ri’i angkatan I: 2015/2016


4. SMKN 1 Kuwus angkatan III: 2016/2017


5. SMKN 1 Wae Ri’i angkatan II: 2016/2017


6. Mahasiswa Faperta UNDANA (jurusan ATPH) angkatan I: 2016/2017


7. Mahasiswa Faperta UNDANA (jurusan Agroteknologi) angkatan I: 2016/2017


8. SMKN 1 Kuwus angkatan IV: 2017/2018


9. SMKN 1 Macang Pacar angkatan I: 2017/2018


10. SMKN 2 Macang Pacar angkatan I: 2017/2018


11. SMKN 1 Lambaleda angkatan I: 2017/2018


12. Mahasiswa Faperta UNDANA (jurusan ATPH) angkatan II: 2017/2018


[Dokumentasi: Sekretariat Ekopastoral Fransiskan].

Previous
« Prev Post
Show comments
Hide comments

Contact Form

Name

Email *

Message *