HEADLINE NEWS

Belajar dari Alam (Animasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Bersama Tim PKK Desa Nenu, Cibal)


Sejak penciptaan sampai kini, alam bisa bertahan dan berkembang dengan sendirinya. Alam sudah berhasil mandiri dengan model hubungan yang layak dipelajari supaya diikuti. Jadi, guru yang paling tepat untuk kita adalah alam itu sendiri, demikian pengantar awal Aris Garos (Koordinator Bidang Pupuk Ekopastoral Fransiskan) dalam sesi pelatinan pembuatan pupuk organik bersama para Tim PKK Desa Nenu, Cibal, Manggarai, Senin, 22 Juli 2019.

"Kita harus mengembalikan ke dalam tanah apa yang telah kita ambil, misalnya menambahkan pupuk kandang, kompos atau sisa-sisa tanaman ke lahan kita. Jika kita terus menerus mengeluarkan unsur hara tanpa mengembalikannya, tidak akan cukup unsur hara untuk tanaman berikutnya", (Aris Garos).
Suasana Animasi (penanaman jiwa) tentang Pupuk Organik.

Baca juga:

Estetika Pertanian Pada Bedengan Permanen Sistem Double Digging

Aris, sapaan akrab koordinator bidang pupuk ini memaparkan salah satu cara belajar dari alam dengan berguru pada saudara pohon: Pohon-pohon di hutan tidak disuburkan oleh manusia tetapi mampu menyuburkan  diri sendiri. Pohon bertumbuh sampai tinggi, lalu daunnya jatuh dan menjadi pupuk/memberi makanan untuk dirinya. Dari sikap pohon inilah, kita belajar, misalnya untuk mengembalikan limbah tanaman ke tanah, seperti jerami yang dikembalikan ke sawah untuk menyuburkan tanaman padi berikutnya. Hal lain yang bisa dipetik dari alam, yakni di hutan tidak ada orang yang menggemburkan tanah tetapi tanah tetap gembur berkat kerja cacing dan makhluk-makhluk lain dalam tanah. Maka pertanian organik meniru proses ini dengan menghidupkan cacing-cacing dan makhluk lain yang hidup dalam tanah agar membantu/memperbaiki struktur tanah, tegasnya.

Secara iseng, pria berambut gondrong ini melemparkan pertanyaan-pertanyaan mengejutkan disertai jawaban yang ditujukan kepada para peserta: Bagaimana tanah dapat mandiri dan tidak perlu produk/bahan dari luar? Bagaimana petani dapat mengatasi persoalan seperti hama/penyakit tanpa intervensi dari luar (produk pabrik)? Dengan pola dan sistem tanam, pengendalian hama terpadu (misalnya dengan menggunakan predator dll.). Bagaimana petani bisa mandiri dan tidak bergantung terus menerus pada produk dari toko? dll. Agar petani dapat mandiri secara ekonomi, maka dia perlu membuat perencanaan, analisa usaha tani, strategi pemasaran, pungkasnya.

Sesi pembuatan pupuk organik.

Di hadapan para peserta, Aris mengajak mereka untuk sejenak melihat situasi alam saat ini, bahwasanya lahan dan alam dalam keadaan kritis karena perlakuan dari manusia, maka kita perlu membantu mengembalikan kemandiriannya, menjaga dan mempertahankan keanekaragamannya. Setiap sumbangan kita untuk keseimbangan lingkungan, kendati kecil, menjadi sumbangan untuk keseimbangan lingkungan secara umum. Apalagi kalau setiap perlakuan kecil yang melestarikan alam ditambah dengan semua perlakuan kecil dari orang lain, dampaknya akan luas.

Bagi Aris, di alam, model hubungan antara semua makhluk adalah saling menguntungkan. Semua makhluk/unsur memberi dan menerima sesuatu. Sebagai contoh: pertama, pada ekosistem hutan, manusia memberi CO2 kepada hutan dan hutan mengolahnya menjadi oksigen. Pohon memberi tempat sarang kepada burung dan burung memberi ciritnya menjadi pupuk (makanan) untuk pohon. Atau buah pohon dimakan burung dan kemudian burung membantu proses perkembangbiakan pohon tersebut karena biji disebarkan. Air memberi kehidupan kepada pohon, pohon menjaga sumber mata air, dll.

Sesi pembuatan pupuk organik.

Kedua, predator: petani organik memberi kehidupan kepada predator (tidak menggunakan pestisida), predator membantu petani untuk mengatasi hama yang merugikan petani. Penggunaan pestisida kimia secara pasti mahal dan berbahaya untuk kesehatan kita. Tetapi ada cara-cara pengendalian hama yang lebih aman dan tidak begitu mahal yang dapat membantu kita untuk mengurangi penggunaan pestisida. Di sini poin yang perlu diingat adalah bahwa tanaman yang sehat tidak membutuhkan banyak pestisida.

Ketiga, pupuk alami: petani memberi makanan kepada tanah (limbah pertanian, kotoran ternak, pupuk), tanah memberikan hasil yang memuaskan. Dalam praktik pertanian, bagaimanakah kita menjaga hubungan yang saling menguntungkan itu? Bagaimana kita menciptakan lingkungan di mana semua makhluk/unsur dari alam bisa hidup dengan nyaman dan aman?

Sdr. Aris Garos (Koordinator Bidang Pupuk, Ekopastoral Fransiskan.

Di akhir animasi dan pelatihan, Aris mengingatkan para peserta untuk insyaf bahwa bagian penting dari pertanian berkelanjutan adalah melindungi tanah. "Kita harus mengembalikan ke dalam tanah apa yang telah kita ambil, misalnya menambahkan pupuk kandang, kompos atau sisa-sisa tanaman ke lahan kita. Jika kita terus menerus mengeluarkan unsur hara tanpa mengembalikannya, tidak akan cukup unsur hara untuk tanaman berikutnya”.

[AB]

Previous
« Prev Post
Show comments
Hide comments

Contact Form

Name

Email *

Message *