HEADLINE NEWS

Estetika Pertanian Pada Bedengan Permanen Sistem Double Digging


“Siapa bilang kalau dunia pertanian kita itu bebas dari nilai dan cita rasa seni”?, tanya Marianus Saju (Staf Ekopastoral Fransiskan Bidang Budidaya Hortikultura) saat mengawali sesi animasi tentang pengolahan lahan serta budidaya horti secara organik bagi para anggota tim penggerak PKK Desa Nenu, Kecamatan Cibal di kebun Desa Nenu. Bagi Marianus, “sesuatu yang dipandang indah secara general memiliki sense of art, yaitu sesuatu yang membuat seseorang yang melihat, merasakan dan memikirkannya menjadi senang”. Juga, “seni merupakan ungkapan atau ekspresi cipta, rasa dan karsa manusia. Seni merupakan suatu tindakan kreatif menciptakan sesuatu sehingga muncul penghayatan estetis dari pembuat maupun penikmat seni”, tegasnya dalam sesi animasi.


Baca juga:

Belajar dari Alam (Animasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Bersama Tim PKK Desa Nenu, Cibal)

Apa yang dikemukan oleh Marianus itu tentu dilatari oleh pengalaman yang dibuatnya selama ini di Ekopastoral Fransiskan perihal seni menggarap tanah pertanian untuk budidaya hortikultura dengan desain bedengan permanen sistem double digging. “Saya kira, saudara-saudari pasti bertanya-tanya dalam hati, double digging itu nama dari horti tertentu atau sarana prasarana yang dipakai untuk menggarap?”, guyonnya sekadar mencairkan suasana. “Adapun cara pengolahan lahan yang dibuat di Ekopastoral selama ini dan yang akan kita buat di tanah desa ini, sebetulnya tidak jauh berbeda. Sistem yang kita pakai adalah double digging (menggali dua kali) dan kemudian dipermanenkan di bagian kelilingnya dengan rumput”, tandasnya meyakinkan.


Mengakhiri sesi animasi, secara amat menarik Marianus merajut empat simpulan yang menyejukkan hati: “dengan demikian, apa yang mau dikatakan di sini terkait estetika dan pertanian? Hemat saya, pertama, dalam dunia pertanian sudah banyak bermunculan nilai-nilai estetis yang gencar dikembangkan selain demi menciptakan nilai tambah juga nilai guna dari suatu komoditi pertanian. Kedua, kolaborasi keduanya menciptakan sebuah keindahan yang berpotensi untuk bisnis. Ketiga, suatu komoditi pertanian yang telah mengalami sentuhan seni kreativitas petani mampu meningkatkan nilai jual suatu komoditas karena keunikannya dan juga meningkatkan nilai estetikanya. Akhirnya, keempat, pertanian yang dianggap “jorok” setidaknya akan terhapuskan karena tidak selamanya pertanian itu berada di tempat yang kotor tetapi pertanian pun bisa menghasilkan suatu karya seni yang mahal”, sergahnya.

Berikut Galeri Animasi Pembuatan Bedengan Permanen Sistem Double Digging:

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.


(AB)

Previous
« Prev Post
Show comments
Hide comments

Contact Form

Name

Email *

Message *