HEADLINE NEWS

Galeri Hortikultura (2) - Pembajakan Bedengan Dengan Traktor Tangan, Pekerjaan Menjadi Lebih Efektif, Efisien Dan Produktif


Pengolahan tanah awalnya dilakukan secara konvensional atau secara tradisional, dengan menggunakan tenaga hewan (sapi, kerbau dan kuda). Seiring dengan perkembangan zaman, pengolahan tanah konvensional diganti dengan pengolahan secara modern menggunakan teknologi yang canggih. Alat-alat sederhana yang umumnya digunakan untuk mengolah tanah seperti cangkul, tofa dan lain-lain hampir kebanyakan di zaman ini digantikan dengan traktor. Secara empiris, manusia zaman dahulu menggunakan tenaga hewan untuk membajak dan mengolah tanah. Saat ini kebanyakan tenaga hewan telah digantikan dengan tenaga mesin. Sehingga pengolahan tanah menjadi lebih efisien dan efektif.

Baca juga:

Galeri Budidaya Hortikultura (1) Pembuatan Bedengan Permanen Dengan Metode Double Digging


Pengolahan tanah merupakan proses merubah sifat-sifat fisik tanah dengan cara memotong, membalik, memecah, atau membongkar tanah, sehingga tanah dapat diolah untuk menanam. Atau juga dengan kata lain, pembajakan merupakan upaya membalikan tanah beserta tumbuh-tumbuhan, rumput, sisa-sisa tanaman dan kotoran lain hingga terbenam dan akhirnya membusuk, sehingga dengan demikian sisa tanaman akan dikembalikan ke dalam tanah dan dijadikan sumber makanan bagi tanaman berikutnya (proses pembusukan dibantu oleh mikroorganisme yang ada di dalam tanah). Lazimnya seusai pembajakan senantiasa diikuti dengan penggemburan, suatu uoaya mengubah struktur tanah dari gumpalan-gumpalan yang padat menjadi tanah yang remah. Tujuannya adalah agar terjadi aerasi tanah.


Dalam galeri budidaya hortikultura bagian kedua terkait pembajakan ini, kita saksikan  demonstrasi penggunaan traktor yang diperagakan oleh para sahabat tani dari Faperta UNDANA Kupang dalam kesempatan magang di Ekopastoral Fransiskan. Adapun alasan mendasar penggunaan alat pertanian modern seperti traktor ini tentunya dimaksudkan demi memudahkan pengolahan lahan pertanian dan perkebunan yang luas, mengatasi ketersediaan tenaga kerja yang terbatas, penghematan dalam pengeluaran biaya, kualitas dan kwantitas pekerjaan dapat lebih baik, waktu penyelesaian proyek pengolahan lahan menjadi lebih cepat serta keuntungan hasil produksi lebih besar.

Proses pembajakan lahan menggunakan traktor tangan oleh para mahasiswa Faperta UNDANA Kupang dalam kesempatan magang di Ekopastoral Fransiskan, 25 Juli 2019.

[AB]

Previous
« Prev Post
Show comments
Hide comments

Contact Form

Name

Email *

Message *