HEADLINE NEWS

Mengenal Pohon-Pohon Konservasi: Satu Pohon Ditanam = Nafas untuk 2-3 Manusia

Balai Konservasi Ekopastoral Fransiskan: menyediakan aneka tanaman konservasi serta teknik konservasi (bioteknis dan biofisik).
Banyak cara dapat kita lakukan untuk menyelamatkan bumi yang kian rapuh. Salah satunya dengan menanam pohon, sang primadona efek pemanasan bumi, penyelamat lingkungan.

Pohon adalah salah satu keajaiban alam terhebat. Semua ajaran agama dengan tegas menempatkan pohon sebagai simbol dan sumber kehidupan manusia.  Cinta dan kedamaian terukir dengan menanam pohon dan segala aktivitas kehidupan di bawah pohon. Kebencian dan anarki dilukiskan dengan menebang pohon.

Baca juga:
Pohon adalah pembentuk ruang paling dasar (akar dan tanah = lantai, batang = tiang, ranting dan daun = atap) yang menciptakan keteduhan agar manusia dapat melakukan aktivitas di bawahnya. Sang Buddha Gautama merenung hening di bawah pohon Bodi (Ficus religiosa). Para murid yang sekolahnya ambruk tetap dapat belajar di bawah kerindangan pohon.

Pada era pemanasan bumi dan berbagai bencana alam (banjir, tanah longsor, pencemaran udara, krisis air) terjadi, gerakan penanaman pohon besar yang lebih banyak lagi merupakan hal mutlak. Pohon berjasa menahan air dalam tanah, mencegah erosi dan longsor, menjadi habitat bagi beragam makhluk hidup, memproduksi oksigen, menyerap karbondioksida - gas rumah kaca penyebab pemanasan global - menyaring gas polutan, meredam kebisingan, angin dan sinar matahari dan menurunkan suhu udara.

Karenanya, untuk mendukung niat baik siapapun untuk ikut serta menjaga dan merawat bumi rumah bersama bagi segenap makhluk melalui kegiatan konservasi, Ekopastoral Fransiskan menyediakan aneka tanaman konservasi: pohon lokal, pohon komoditi, pohon bangunan, dan pohon buah-buahan. Selain itu, Ekopastoral Fransiskan juga senantiasa berbagi informasi serta pendampingan dalam konservasi, mencakup biofisik dan bioteknis.

Akhirnya, di sini pesan animatif yang hendak disampaikan adalah bahwa kita tidak akan pernah dapat menghargai pohon selama kita tak pernah mendengarkan bahasa pohon. Sebagaimana pepatah bijak China 500 SM, Jika engkau berpikir untuk satu tahun ke depan, semailah sebiji benih, jika engkau berpikir untuk sepuluh tahun ke depan, tanamlah sebatang pohon. Juga sesanti termasyur dari Al Gore, Plant trees, Lost of trees, (An Inconvenient Truth, Al Gore, 2007).

I. Pohon Kategori Konservasi

1. Gayam

2. Ara

3. Beringin

4. Ratung

5. Dadap/Kalo

6. Enau/Palma

7. Kawak

8. Uwu

9. Ngancar

10. Natu

11. Bambu/Aur/Betong

12. Ketapang

13. Pakis

II. Pohon Kategori Konservasi dan Bangunan

1. Mani'i (Pohon asal Ethiopia, Afrika)
Dalam filosofi Orang Ethiopia: "Tanam Mani'i = Tanam Mata Air". Tampak pada gambar ini, pohon Mani'i di kebun Ekopastoral Fransiskan yang sudah mulai memancarkan mata air.

2. Mahoni (Pohon asal Ethiopia, Afrika)

3. Sungken (Pohon Lokal Kalimantan)

III. Pohon Kategori Konservasi, Komoditi dan atau Buah-Buahan

1. Durian

2. Rambutan

3. Sawo

4. Pete

5. Jambu Air

6. Sirsak

7. Cempedak

8. Kopi (Arabica, Robusta, Kolombia, Juria dan Kartika)

9. Cengkeh

10. Vanili

11. Sirsak

IV. Persediaan saat ini di Balai Konservasi Ekopastoral Fransiskan



Informasi selanjutnya dapat menghubungi kami di nomor berikut ini:
1. Andre Bisa: 082144534789
2. Latief Widhiawan: 081280000274
3. Jesualdus Hase: 082145399717.

Buruan konservasi huma ladangmu dengan pohon-pohon pilihanmu. 

INGAT: TERLAMBAT TANAM  SAMA DENGAN TUNDA SUKSES SEMENTARA UMUR JALAN TERUS!!!

Previous
« Prev Post
Show comments
Hide comments

Contact Form

Name

Email *

Message *