HEADLINE NEWS

Organik vs Anorganik: Suatu Pilihan

Ecopastoral Franciscan Centre - The Organic way all in harmony.

Indonesia merupakan negara agraris dengan sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai petani. Pertanian merupakan sektor terpenting bagi seluruh umat manusia, tidak hanya sebagai pekerjaan yang mendatangkan keuntungan secara ekonomis bagi para petani namun lebih dari itu pertanian merupakan suatu aktivitas kerja tangan manusia (petani) demi memenuhi kebutuhan utama umat manusia yaitu makanan.

Seiring dengan pertambahan populasi jumlah penduduk, secara ekonomis permintaan akan jumlah bahan makanan juga semakin meningkat. Hal ini menuntut para petani untuk menghasilkan banyak bahan makanan dalam waktu yang singkat untuk memenuhi kebutuhan yang semakin meningkat tersebut. Dalam waktu yang sama pula terdapat masalah lain yang menghambat perkembangan sektor pertanian seperti alih fungsi lahan, anomali cuaca, kekeringan dan kendala lainnya. Hal ini meyebabkan sebagian besar petani mengabil jalan pintas untuk menghasikan bahan makanan dangan cara yang mudah dalam waktu yang relatif lebih cepat yaitu dengan penggunaan bahan-bahan anorganik seperti pupuk, pestisida dan obat perangsang pertumbuhan tanaman lainnya.

Sebut saja mental mie instan, sebagian besar petani saat ini lebih memikirkan keuntungan yang diperoleh sekarang dibanding memikirkan keberlanjutan dari usahatani yang dilakukannya. Bahan anorganik yang digunakan memiliki keunggulan yaitu mudah didapat, pertumbuhan tanamanpun semakin cepat dan bebas dari hama, namun di balik kemudahan yang diberikan tersebut, terdapat jutaan masalah yang mengikutinya dari belakang bagaikan "bom" yang menghitung mundur waktunya untuk meledak. Bahan kimia buatan memiliki banyak dampak negatif bagi kehidupan tidak hanya bagi lingkungan namun juga manusia. Kerusakan tanah akhibat penggunaan pupuk kimia merupakan salah satu masalah besar yang akan diderita para petani yang menggunakan bahan anorganik dalam usaha tani-nya. Tanaman yang diberikan pupuk anorganik terus menerus akan menyebabkan tanah rusak dan akan menurunkan hasil produksi. Tidak hanya bagi tanah, dampak bahan kimia buatan juga menyerang konsumen yang memakan produk pertanian tersebut, dalam hal ini dampak terbesarnya adalah bahaya penyakit kanker akhibat kontaminasi makanan lewat bahan-bahan sarat kimiawi.

Berbeda dari bahan anorganik, bahan organik merupakan solusi terbaik bagi keberlanjutan usaha tani yang dilakukan petani dan kesehatan konsumen yang mengkonsumsi produk pertanian. Ketika bahan organik seperti pupuk organik diberikan ke tanaman, sesungguhnya petani tidak hanya memberikan nutrisi bagi tanaman saja, namun juga bagi tanah dan organisme di dalamnya; sesuatu yang amat berbeda dari bahan anorganik yang hanya memberikan nutrisi bagi tanaman namun merusak tanah. Tanah yang diberikan bahan organik terus menerus akan semakin subur dan akan meningkatkan hasil produksi pertanian. Selain itu, tanaman yang menggunakan bahan organik dalam proses budidayanya terjamin sehat bagi manusia yang mengkonsumsinya dan akan terhindar dari bahaya kanker akhibat bahan kimia buatan. Meskipun dalam praktik pertanian organik akan lebih banyak waktu dan tenaga yang harus dikorbankan, namun hasil tak pernah mengkhianati proses.

Selain masalah praktik budidaya anorganik yang dilakukan petani, hal lain yang menghambat kemajuan pertanian organik adalah kesadaran konsumen akan kesehatan produk yang dikonsumsi. Kebanyakan konsumen lebih memikirkan harga yang murah dibanding kualitas dan kesehatan dari bahan pangan yang dibeli. Padahal jika dihitung, biaya pengobatan akibat racun dalam bentuk sayur anorganik yang dimakan setiap harinya lebih besar.

Oleh karena itu, kesadaran untuk menjaga kesehatan dapat dipilih dengan salah satu caranya adalah mengkonsumsi bahan pangan organik; dan kesadaran akan hal ini perlu ditumbuhkan dalam benak setiap pribadi sebagai sebuah pilihan pribadi. Siapa yang harus memulainya? Siapa lagi kalau bukan anda dan saya. Ya, kitalah agen perubahan. Maka jadilah agen perubahan dengan menyuarakan keunggulan pertanian organik bagi masyarakat dan spirit pertanian organik bagi para petani mengingat upaya untuk merealisasikannya perlu dimulai dari lingkungan sekitar. Jadilah petani yang mencitai lingkungan dan memelihara alam. Jadilah konsumen yang menyayangi tubuh dan memelihara kesehatan dengan mengkonsumsi bahan makanan organik. Salam organik.

Oleh
Yoseph Demangkay
Mahasiswa Semester VII 
Faperta Undana - Kupang
[Alumnus Magang di Ekopastoral Fransiskan].

Previous
« Prev Post
Show comments
Hide comments

Contact Form

Name

Email *

Message *