HEADLINE NEWS

Workshop 6 Negara di Asia Pasifik: Perubahan Iklim & HAM


Adapun workshop terkait perbuhanan iklim dunia ini diselenggarakan di Cipta Hotel, Jl. Wahid Hasyim 53, Jakarta Pusat, pada tanggal 14 - 16 Agustus 2019. Kegiatan ini difasilitasi secara langsung oleh Franciscans International (FI), satu NGO internasional milik para Fransiskan yang berkedudukan di Jenewa. Lembaga internasional ini sebagai penyalur aspirasi para fransiskan sedunia terkait persoalan kemanusiaan atau lingkungan hidup untuk kemudian diteruskan ke Lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa. Pada pembukaan workshop, Sandra Epal Ratjen (Pimpinan FI) meyakinkan para peserta terkait kedudukan FI sebagai "a voices at the United Nations sehingga setiap persoalan, entah kemanusiaan atau lingkungan hidup dapat disampaikan ke PBB melalui FI dengan mengikuti mekanisme-mekanisme yang ditetapkan oleh PBB".

Hadir dalam lokakarya ini enam negara di Asia dan Pasifik: Indonesia, Filipina, Mongolia, Kiribati, Fiji serta Vanuatu. Dari Indonesia, dua saudara Fransiskan yakni, Andre Bisa, OFM (Koordinator Ekopastoral Fransiskan Indonesia) serta Johny Dohut, OFM (Koordinator Bidang Advokasi JPIC wilayah Flores) mewakili JPIC OFM Indonesia. Masing-masing peserta yang mewakili organisasi di negaranya berbagi kisah tentang pengalaman perjuangan bersama masyarakat dalam pengentasan perubahan iklim dunia, termasuk Hak Asasi Manusia. Sebagai informasi, para peserta yang mewakili negaranya, memiliki latar belakang serta organisasi non pemerintah yang secara total membakitikan diri pada perlindungan Hak Asasi Manusia serta Pelestarian Lingkungan Hidup.

Tim workshop dari FI, yakni Sandra Epal Ratjen, Budi Tjahjono, Ulises Quero; Yves Lador (Earth Justice  Swis), Jan Pingel (Ozeanien-Dialog  Jerman), Joshua Cooper (University of Hawaii - Hawaii Institute for Human Rights) silih berganti membekali peserta tentang teknik advokasi berbasis penghargaan, perlidungan dan pemenuhan kebutuhan baik manusia maupun alam dengan senantiasa mengikuti standar dan mekanisme yang ditetapkan oleh PBB. Setiap negara diminta untuk menginventaris persoalan-persoalan serta upaya penyelesaian melalui mekanisme yang ada di Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa yakni Universal Periodic Review (UPR).

Hal-hal pokok yang mau direfleksikan tentang lokakarya ini adalah kesadaran personal maupun komunal, kesadaran lokal maupun nasional untuk mau bertanggungjawab sebagai warga bumi dalam hal memperjuangkan Hak Asasi Manusia serta Perlindungan Semesta. Atau dengan kata lain, mengutip pernyataan Yves (Koordinator Earth Justice) di penghujung workshop: "hampir seluruh sejarah spesies manusia merupakan perjuangan untuk bertahan hidup, bertambah banyak dan memenuhi bumi. Manusia benar-benar telah berhasil memperbanyak jumlah dan memenuhi bumi. Jumlah manusia yang sangat besar meninggalkan kesan yang mendalam pada planet bumi. Di sinilah teka-teki yang dihadapi umat manusia berkaitan dengan lingkungan hidup dan keadilan ekonomi. Ekosistem bumi sangat beranekaragam dan alot, dengan kapasitas untuk menciptakan dan memelihara kehidupan dalam berbagai bentuk yang tidak terhitung. Namun, planet ini sendiri terbatas dan keseimbangan sumber-sumbernya rapuh. Perkembangbiakan populasi semakin menambah beban, baik sistem sosial maupun ekosistem. Pertumbuhan populasi secara efektif dapat menghalangi manfaat dari pertumbuhan ekonomi dan usaha-usaha mengurangi kemiskinan. Sistem perekonomian harus menciptakan lebih banyak pekerjaan dan kekayaan untuk memenuhi kebutuhan lebih banyak orang. Untuk melakukannya, perekonomian harus memakai lebih banyak energi dan sumber daya, yang sudah tentu makin mengikis kandungan bumi dan menghasilkan lebih banyak polusi. Keprihatinan-keprihatinan semacam ini menuntut para aktivis dan pegiat pelestarian lingkungan hidup serta orang-orang yang berkehendak baik (termasuk kita yang hidup di zaman ini) agar segera bangkit dan berbuat sesuatu dengan mengikuti kaidah-kaidah sebagaimana ditetapkan oeh PBB", sergah-nya.

[Andre Bisa].

Previous
« Prev Post
Show comments
Hide comments

Contact Form

Name

Email *

Message *