HEADLINE NEWS

Lagi-Lagi Kebakaran di Hutan Lindung RTK 18 Gapong


Berselang seminggu tiga hari pasca musibah kebakaran pertama di Hutan Lindung RTK 18 Gapong, Cibal, Manggarai pada tanggal 22 September yang lalu, kini di tempat yang sama terulang kembali tragedi yang kedua. Tepatnya pada hari ini, Rabu, 02 Oktober 2019, pkl. 10.45, di bagian Barat Embung yang berada di tengah hutan lindung tersebut terjadi kebakaran lagi.

Tak diketahui asal muasal penyebab kebakaran ini, tetapi untuk sementara dugaan kuatnya adalah kesengajaan pembakaran. Betapa tidak, hutan lindung yang tak dijaga oleh polisi hutan ini dengan amat mudah dilintasi oleh siapapun entah melakukan perjalanan atau bertamasya di Embung, sehingga dengan amat mudah terjadi kebakaran atau bentuk-bentuk lain kerusakan hutan tanpa diketahui oleh siapapun.

Saat kepulan asap api kelihatan dari arah embung, sejumlah instansi antara lain Kapolsek Cibal bersama anggotanya, Babinsa 1612 Cibal, Para staf Kecamatan Cibal, Ekopastoral Fransiskan beserta masyarakat segera bergerak ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pemadaman. Hingga berita ini ditulis, kegiatan pemadaman sedang berlangsung dan perlahan-lahan kobaran api dijinakkan. Satu unit mobil pemadaman kebakaran pun sedang berada di lokasi dan sedang memadamkan api.

Untuk sementara, suasana di lokasi kebakaran cukup siaga, mengingat angin di tempat ini cukup kencang dan dikhawatirkan terjadi kebakaran susulan. Amat disayangkan bahwa sejak kebakaran pertama hingga kebakaran kedua ini terjadi lagi-lagi Polisi Hutan (Polhut) tak ada di tempat.

Bapak Yoseph Tamur, Kapolsek Cibal, saat sedang melakukan pemadaman sempat memberi pernyataan dan peringatan bagi para pemangku kepentingan yang bertugas mengelola kawasan hutan lindung ini. "Kebakaran yang terjadi untuk kedua kalinya ini, sebetulnya menjadi peringatan keras bagi pemerintah untuk menentukan sikap, setidak-tidaknya menugaskan para polisi hutan untuk bertugas di RTK ini dan pengawasan ketat bagi siapapun yang melintasi kawasan ini setiap waktu", tandas Kapolsek Cibal.

Kapolsek Cibal bersama anggota dan warga sedang melakukan pemadaman.

Sementara, Babinsa 1612 Cibal, Bapak Fritz Kasiwano saat berada di TKP, dengan menyaksikan tragedi yang kedua ini pun angkat bicara. "Kebakaran yang terjadi di kawasan ini, tidak boleh dianggap sebagai hal biasa. Ini masalah serius. Karenanya kami berharap kepada para pengelolah kawasan hutan lindung ini, selain berpatroli rutin, tapi juga membangun kemitraan dengan masyarakat demi pengawasan dan pengelolaan hutan ini yang lebih transparan dan teratur", harapnya.

Juga, masih di lokasi kebakaran, Camat Cibal, Ir. Lorens Jelamat, bersuara tentang musibah ini. Baginya, "peristiwa kebakaran ini menjadi pelajaran buat semua orang, terutama, kepada pemerintah, karena seusai peralihan tanggungjawab pengelolahan hutan ini dari Kabupaten ke Provinsi, pengelolahan dan pengawasan menjadi tidak teratur. Maka, kepada pengelolah hutan lindung ini, saya sebagai kepala wilayah mengharapka agar penempatan polisi hutan di kawasan ini segera dilakukan dan syukur-syukur melarang aktivitas piknik dan rekreasi di areal Embung, yang bisa saja menjadi pemicu kebakaran entah apa saja yang dilakukan. Dan akhirnya kepada masyarakat, saya pun berpesan dan berharap agar bersama-sama kita bekerjasama menjaga kawasan RTK 18 Gapong ini agar terbebas dari aktivitas -aktivitas yang bisa merusak keutuhan ekosistem hutan ini", imbuhnya.

Suasana pengawasan dan pemadaman di lokasi kebakaran.

Akhirnya, sebagai pelajaran bersama atas musibah kebakaran yang kedua ini, siapapun dan di manapun yang merasa tergerak untuk peduli dengan pengelolahan hutan lindung ini agar mengabarkan dan mendesak pihak berwenang untuk memberi perhatian serius atas persoalan ini sebelum persoalan yang lebih besar terjadi.

[Andre Bisa, OFM]








Previous
« Prev Post
Show comments
Hide comments

Contact Form

Name

Email *

Message *