HEADLINE NEWS

Rayakan HUT ke-80, Paroki Pagal Lakukan Silih Atas Dosa Ekologis

Atas nama kesejahteraan umat manusia, bumi harus menderita karena dieksploitasi habis-habisan. Bumi sebenarnya bisa mencukupi kebutuhan setiap orang, tetapi ia tidak akan pernah bisa mencukupi kebutuhan orang-orang yang rakus dan serakah", <Mahatma Gandhi>. [Lokasi: Hutan Lindung RTK 18, Gapong].

Latar belakang dilaksanakannya kegiatan ini adalah dalam rangka menyambut hari ulang tahun ke- 80 Paroki Kristus Raja, Pagal, Cibal, Manggarai, NTT. Untuk diketahui, bahwa meskipun puncak perayaan HUT Paroki masih akan dirayakan pada tanggal 24 November yang akan datang, tetapi sejumlah rangkaian kegiatan seperti konservasi lingkungan dilakukan lebih awal pada hari Sabtu, 16 November 2019.

Kegiatan ekologis semacam ini, oleh pastor Paroki Pagal dilihat sebagai aksi nyata silih atas dosa ekologis yang selama ini dilakukan terhadap alam.

“Paroki kita yang berpelindung Kristus Raja Semesta Alam, di HUT yang ke-80, perlu kita warnai dengan kekhasan ekologis sebagaimana Tuhan Yesus Kristus Raja Semesta Alam. Tuhan sendiri telah menuntuntun dan menggerakkan kita untuk menunjukkan upaya nyata pertobatan ekologis karena DIA adalah Raja Semesta Alam. Maka, sebagai tanggapan dari kita, di usia paroki yang ke-80 ini, perlulah ditunjukkan upaya nyata silih atas dosa Ekologis, secara khusus aksi konservasi di hutan lindung RTK 18 yang terlahap api pada tanggal 22 September yang lalu”, tegasnya dalam sapaan pembukaan kegiatan.

Peserta kegiatan ibadat ekologis dan konservasi.

Peserta yang hadir dalam kegiatan ini antara lain: Pemerintah Kecamatan Cibal, Kapolsek Cibal beserta anggotanya (termasuk para ibu Bhayangkari), Babinsa 1612 – 01 Cibal, Kepala UPT KPH Wil. Manggarai beserta jajarannya, Ekopastoral Fransiskan, JPIC Keuskupan Ruteng, Pastor Paroki Pagal bersama Pengurus DPP Paroki Pagal, Para guru dan siswa-siswa yang mewakili sekolah-sekolah di pusat paroki Pagal serta umat paroki Pagal.

Kegiatan diawali dengan Ibadat Ekologis yang dipimpin oleh RP Andre Bisa, OFM (Pimpinan Ekopastoral Fransiskan). Para imam yang hadir dalam ibadat Ekologis di hutan lindung RTK 18 adalah RP. Abba Lazar, OFM (Pastor Paroki), RP. Jerry Ranus, OFM (pastor rekan), RD Martne Jenarut (Ketua JPIC Keuskupan Ruteng) serta, RP Gusty Togo, SDB. Dalam ritus pertobatan, Andre Bisa mengajak seluruh peserta untuk menyesali dosa-dosa ekologis yang telah ditimpakan pada alam.

“Kami umat-Mu datang. Kami yang menyalibkan dunia, menggunduli tanahnya, memahkotainya dengan rangkaian pohon-pohon yang tumbang, udaranya bernafas dengan kesakitan, airnya menangisi kebodohan yang meracuninya, ciptaannya mengeluarkan darah. Kami telah makan dan minum tubuh kehidupan; ahli waris dari semua, kami telah menjual dunia kami; tigapuluh keping perak harga kami. Dengan keras kami umumkan cinta kami. Kami telah mengkhianati Tuhan kita. Kami adalah Yudas. Kami adalah Petrus. Kami adalah salib dari semua ciptaan. Tuhan, dalam kedatangan-Mu dan kerahiman-Mu, tolonglah kami membangkitkan kembali keagungan ciptaan-Mu untuk anak-anak kami dan anak dari anak-anak kami. Amin”, tandas putera asli Lembata ini.
Selain lagu-lagu serta doa-doa yang bernuansa ekologis, ritual menarik yang diperlihatkan dalam ibadat ini adalah pemberkatan dan perutusan para saudara pohon. “Saudara dan saudari seciptaan, pohon yang tinggi, samudera yang luas, udara, bumi, dan semua ciptaan, ampunilah dan perdamaikanlah kami dengan kalian. Marilah kita menata kembali dunia baru, di bawa cinta dan pengasihan Dia yang adalah Awal dan Akhir, yang telah membuat segala sesuatu, Alfa dan Omega. Dan kepadamu saudara-saudara pohon, terimalah berkat dari Pencipta kita, serta bertumbuh dan berkembanglah demi kehidupan segenap makhluk: (+) dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin,”!

Pemberkatan & perutusan saudara-saudara pohon.

Usai ibadat, para peserta dipandu oleh fasilitator dari UPT KPH Wil. Manggarai untuk mengkonservasi lahan seluas 12 hektare dengan penanaman 5000 anakan pohon lokal yang terdiri dari: Pohon Beringin, Ara, Ratung, Waru, Gayam, Enau, Mani’i dan Lince Timung. Sebagai informasi terkait penyediaan anakan pohon: KPH menyiapkan 3000 anakan pohon, sementara paroki dan umat menyiapakan 2000 anakan. Kegiatan penanaman berjalan lancar sesuai yang direncanakan.

Penanaman pohon secara simbolik

Sebelum meninggalkan lokasi kegiatan, panitia mengumumkan door prize bagi para peserta yang beruntung, ada yang mendapatkan kelinci, telor, anakan pohon buan-buahan serta uang.

Penanaman pohon secara simbolik.

Selain itu, ucapan terimakasih kepada para peserta yang hadir disampaikan oleh kepala UPT KPH Wil. Manggarai ketika mengakhiri kegiatan. “Kami selaku pemerintah menyampaikan beribu-ribu terimakasih kepada Pastor Paroki Pagal beserta seluruh umat, Ekopastoral Fransiskan, Pemerintah Kecamatan Cibal, Polsek Cibal, Babinsa 1612 – 01 Cibal, para awak media serta semua yang telah terlibat dalam menyukseskan kegiatan bersejarah ini. Dalam keterbatasan kami sebagai pemerintah, kami akan terus bekerja keras dan menyatatakan kepada masyarakat bahwa negara senantiasa hadir bahkan dalam krisis lingkungan hidup seperti terjadi belakangan ini di tempat ini. Kami berharap bahwa kita akan tetap bekerjasama dan sama-sama bekerja di waktu-waktu yang akan datang dengan menjaga dan merawat zona hijau termasuk seluruh kehidupan yang ada dan dilindungi di hutan lindung RTK 18 ini”, pungkasnya!

[AB, AG & MS].

Previous
« Prev Post
Show comments
Hide comments

Contact Form

Name

Email *

Message *